Sharkie, Hiu TransJakarta
telat 2 hari berturut-turut

ngerti ga sih rasanya?

2 hari telat berturut-turut cuma gara2 TJ molor?

kemarin hujan lebat dari pagi sampai siang. jadi gue masih maklum kalau gw berangkat jam setengah tujuh, dan nyampainya setengah sepuluh di rawa sari.

tapi hari ini ga ada angin ga ada hujan,hari cerah seperti biasa, dan ………………………….. telat cuma gara2 bus PGC-Harmoni molor sampe setengah jam!!!????

Penderitaan Naik Transjakarta

Sudah jadi kebiasaan bagi beberapa warga Jakarta untuk menggunakan angkutan umum TJ setiap pagi. Bagus! Mengurangi kemacetan, mengurangi polusi,mencari stress sendiri.

Oke, jadi seseorang bangun pagi-pagi buta saat bulan masih nangkring di atas, ketika langit mulai menerang, dia sudah sampai di loket dan beli tiket, kemudian masuk dan antre. Biasanya di Halte Kalideres sini, kalau sudah jam setengah 6 lewat, sudah mulai ramai. Dan biasanya kalau sudah jam 6, sudah mulai antrean panjang. Dan bila sudah jam setengah 7, jangan harap bisa tenang mengantre. Maka dari itu tidak mengherankan bila dalam antrean panjang itu, akan didapati berapa kepala yang resah melongok-longok berharap melihat atap bus yang berwarna merah atau abu-abu.

Kalau lagi sinting, bisa-bisa jalur bus TJ malah dilewati oleh supir bus jabotabek. Yang menyebalkan, beberapa bus umum itu biasanya beratap abu-abu dan merah, dan besarnya nyaris sama dengan bus TJ. Dan kepala-tubuh pengantre lainnya akan membuat seseorang tidak mampu membedakan dengan jelas apakah itu bus TJ atau bus umum. Setidaknya bus umum itu membukakan pintu gerbang kaca halte sehingga angin segar masuk menghibur para pengantre yang sudah menahan gemas. Yang udah wangi, dengan cepat jadi bau lagi. Yang udah seger krn bangun tidur, dengan cepat jadi kesel lagi karena cemas busnya ga dateng-dateng. Yang hari itu ujian pagi, bisa nangis-nangis dalam hati dan ga tau harus menyalahkan siapa. Kalau sudah begini, diprovokasi anarkis dengan sentilan aja udah bisa nih kayaknya. Bisa-bisa stasiun televisi akan menyiarkan berita pesta bareque di halte transjakarta pagi itu.

Akhirnya begitu bus yang dinanti-nanti itu datang, tak pelak lagi para calon penumpang yang sudah dendam kesumat itu langsung menyerbu bus TJ tersebut. Biasanya ditandai dengan suara protes dari kaum hawa; “aduh! jangan dorong-dorong dong!”

Para petugas dan barrier TJ pun sudah tidak berdaya untuk menahan amukan pragmatik massa calon penumpang itu.

Singkat cerita akhirnya si pengantre memetik buah dari kesabarannya, yakni mendapatkan kursi Transjakarta yang nyaman-nyaman AC. Yah, seenggaknya kita yang duduk ga cape diuji kekuatan fisiknya oleh bus TJ yang remnya kadang-kadang bikin orang kecempet, serasa berada di dalam mixer. Terutama bila bus dalam keadaan penuh sesak seperti kaleng sardin. Kadang kasihan juga ngeliat ada orang yang berdiri sambil tidur. Hebatnya, doi ga jatuh bergulingan sekalipun mulutnya udah ngebuka dan pake ngorok pula. Salut, salut.

Tapi jangan dikira yang kebagian tempat duduk bebas dari marabahaya. Awalnya saya heran dengan orang-orang yang tidur dengan posisi kepala dicondongkan ke depan. Otot lehernya pasti kuat sekali. Saya sendiri selalu tidur dengan kepala bersandar pada punggung kursi. Jadi kepala saya mendongak, otot saya relaks dan tidur saya bisa lebih pulas. Begitu bangun, sudah sampai tujuan. Kendalanya di sini; karena bagian kepala saya yang belakang itu tertahan pada puncak kursi plastik yang tidak empuk, … dan ingat tadi, rem bus TJ kalau lagi penuh sesak, akibatnya tidur saya pun tidak nyenyak dan bagian belakang kepala saya seringkali terantuk dengan keras pada sudut punggung kursi yang—sekali lagi—tidak empuk. Akibatnya sekarang saya rasakan bagian belakang kepala saya terasa sakit seperti memar.

Demikianlah duka-duka naik TJ, dari sekian banyak duka yang saya rasakan.

Ngetem Bangku

Hari itu panas, pegel, cape, dan biasa, busnya ngaret. Begitu bus nya dateng, langsung rombongan penumpang pada menyerbu dan masuk ke dalam bus. Berlomba-lomba untuk mendapatkan bangku agar bisa duduk.

Aku dapet nih bangku favorit di belakang supir.

Tapi tau-tau … sett…

Aku berdiri lagi krn nyadar menduduki tangan seseorang. 

Ternyata seorang ibu-ibu. Riasannya luar biasa tebal. Dan yang lebih luar biasa dari riasannya itu, ibu-ibu yang tingginya gak sampe 158 ini “berbaring” sedemikian rupa sehingga tiga kursi dipagerin sama dia.

Dia panggil-panggil suaminya dan masuklah seorang lelaki tinggi besar hitam dengan kumis tebal bersama seorang anak lelakinya yang kurus kering. Kemudian ketiga kursi yang di palangin sama dia, itu dikasih ke mereka.

There goes my seating. 

Gue terpaksa berdiri.

Di halte berikutnya, ….

Ada seorang ibu2 hamil masuk dan sesuai etika, dia dikasih kursi. Si ibu2 tukang palang ini dengan enaknya nyuruh anak perempuan di seberang dia yang kenal juga nggak, trus nyuruh dia berdiri ngasih kursi buat si ibu2 hamil.

Golongan Paling Nanggung
Bing Babyshark : golongan paling nanggung kalau naik Trans Jakarta >> balita
SYH : bayar berapa balita?
Bing Babyshark : pernah liat tulisan di halte sumur bor : "anak di atas 2 tahun bayar full"
SYH : umpetin tas wkwkwkwkwk
Bing Babyshark : wakakak masukin koper! KDRT
SYH : sembunyikan dalam lambung!
Bing Babyshark : pada sudut pandang lain, coba bayangkan ... baru pulang kerja, antrean sampai 4 meter, desak2an sama orang lain yang jg udah banjir keringat, busnya dateng 15 menit sekali, begitu dapet bus, isinya penuh sesak, ga kebagian kursi, desak2an, bergelantungan, di depan kamu ada kursi yang sedang diduduki seorang anak balita yang sedang duduk berselonjor.
11 October at 15:36

barusan liat pasangan romantis di busway.

co nya ky preman, ce nya gemuk.
mereka berdua keliatannya mau ke terminal, krn bawa barang2 seperti tas pakaian. krn busnya penuh, mereka ga dapet tempat duduk. jadi mereka duduk di bawah, bagian tangga di sudut kiri depan. ceweknya ngantuk, co nya melingkarkan lengan di bahu ceweknya, lalu si ce menyandarkan kepala di bahu co nya.

Ibu-ibu dan anak-anak
Hiu : apakah semua ibu2 kompak hamil biar bisa dapet kursi esklusif di busway? T T
RA : Begitulah...tapi today gw dapet pengalaman laen drpd ibu hamil. Ada bapak bawa anaknya yg mengalami tumor di wajahnya. Jadi tadi gak ada yg mau kasih tempat duduk buat si anak yg nopang kepalanya aja susah. :( keknya berdekatan aja gak mau. Jd tadi gw kasih tempat duduknya buat bapak itu sama anaknya...*btw gw seminggu lalu dapet cakaran di antrian harmoni sono huhuhu
Hiu : kalau mau mikir jelek nih ... kadang gw mikir jelek sih,... jadi, siang2, ada sekelompok ibu2 bawa anak mereka yg masih balita. balitanya nangis krn ngerasa ga nyaman. tapi ibu2 dapet antrian esklusif. gw mikir jelek, mereka tega bawa anaknya ke busway cuma buat dapet antrian esklusif.. ah, pikiran jelek ini harus kuhilangkan
Busway mogok di atas Pesing

Thursday, 08 September 2011 at 16:32

hari ini pulang dari kampus, gw naik busway. sampai di halte Indosiar, buswaynya naik ke jembatan di atas Pesing. tapi tepat di tengah2 jembatan, busnya mogok. jadi begitu ada bus lain lewat, kita mau dioper ke halte Indosiar.

ada sekitar 10 orang pria dan 10 orang wanita di dalam bus mogok itu. Para wanita sejak tadi ribut “kok ga dateng2 sih busnya? kta gimana nih? lama, panas, cape”

dan waktu bus penolong itu datang, para ibu2 langsung bernafsu ke pintu bus untuk melompat ke bus penolong. ada bapak2 didepanpun mereka sikut karena saking tidak sabarnya lagi.

tapi di mulut pintu bus,  mereka semua ragu2 melompat karena jaraknya sangat jauh.

mereka pun protes.

“mana bisa lompat?”

“yang bener aja”

“mas, lewat pintu aja”

“iya lewat pintu aja”

barrier buswaynya akhirnya kesel. “ah udah bapak2 dulu aja yang lompat deh.”

akhirnya sewaktu bapak2 lompat ke bus seberang, ibu2 turun ke bawah untuk memanjat naik.

“Kita jangan ditinggal!”

“gimana nih?”

“naiknya gimana?”

sekali lagi barrier buswaynya menenangkan para ibu2 “Ibu2, tenang, ga bakal ditinggal!”

sementara itu para bapak2 sudah duduk tenang di bus penolong.

Perkenalan

Aku Sharkie, bayi hiu yang suka sama busway. Aku sebenernya gak suka-suka amat sih, gan, cuma setiap hari aku mangkalnya di shelter busway. Jadi mau ga mau harus suka.

Salam kenal, gan